Archive for Februari, 2011


Bulu Mata pun Bisa Dehidrasi

Cuaca dingin umumnya membuat orang rentan kurang asupan cairan. Ini tak hanya memicu kulit kering, tapi juga berdampak buruk pada kondisi rambut, termasuk bulu mata. Dalam kondisi ini, bulu mata bisa mengalami dehidrasi.

Juru bicara American Academy of Dermatology, dr Debra Jaliman, mengatakan, dehidrasi ini ditandai dengan bulu mata yang mudah rontok.

Selain cuaca dingin, dehidrasi bulu mata juga bisa dipicu sentuhan maskara tahan air atau sabun mandi.

Jika mengalaminya, tak perlu khawatir. Bulu mata dapat tumbuh kembali dalam waktu empat sampai delapan minggu. Bahkan, sedikit trik bisa mempercepat pertumbuhannya, seperti rekomendasi Jaliman yang dilansir dari laman Galtime.

1. Gunakan baby oil atau petroleum jelly pada bulu mata sebelum pergi ke luar rumah.

2. Lakukan lubrikasi menggunakan kondisioner krim khusus untuk bulu mata. Anda bisa mendapatkannya di toko-toko kecantikan.

3. Untuk area mata, selalu gunakan produk khusus yang diformulasikan untuk membersihkan riasan mata. Itu karena formulasinya berbeda dengan pembersih biasa.

4. Jika bulu mata tetap rontok, Anda bisa menggunakan produk khusus perawatan bulu mata. Untuk mengetahui produk yang aman dan tepat, ada baiknya berkonsultasi dengan dermatologis, terutama bagi Anda yang kulitnya cenderung sensitif.

Sumber : http://id.news.yahoo.com

Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja?

Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.

1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.

2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.

3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.

4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.

5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.

Sumber : http://id.news.yahoo.com