Archive for Agustus, 2011


Orangtua Sebagai Panutan Anak

Bila kita sudah menjadi orang tua maka kita akan merasakan bahwa menjadi orang tua memang merupakan hal yang sangat menyenangkan namun menjadi orang tua juga bukan merupakan hal yang mudah. Karena orang tua merupakan panutan dari anak.Bagaimana cara menjadi orang tua yang lebih baik bagi anak anda, ada beberapa hal yang perlu kita perhatian, yaitu :

  1. Perhatikan dan pujilah sikap baik anak anda : Mungkin anda sebagai orang tua sering mengkritik anak anda daripada memujinya. Coba anda lihat dan rasakan bagaimana jika anda sering dikritik oleh bos anda? ragu-ragu untuk memuji anak jika dia bersikap baik. Anak anda akan selalu bersikap seperti ini tanpa harus disuruh lagi.
  2. Jalin komunikasi, komunikasi merupakan sesuatu yang penting. Anda sebagai orang tua tidak akan bisa mengharapkan anak anda akan patuh begitu saja tanpa anda memintanya untuk melakukan sesuatu. Jika anak-anak yang diajak berdiskusi, mereka akan merasa lebih termotivasi dalam melaksanakan langkah-langkah pemecahan yang telah anda tentukan.
  3. Berhati-hatilah akan harapan Anda terhadap Anak : Fahamilah bahwa tiada yang yang sempurna, begitu juga bahwa anda bukan seorang yang sempurna. Kenalilah kelemahan dan kekuatan diri anda. Demikian pula dengan anak anda, dia bukan manusia yang sempurna. Jangan terlalu berharap hal-hal yang tidak realistis kepada anak anda. Didalam bersikap sebagai orang tua, usahakan untuk lebih memfokuskan diri pada wilayah tertentu yang sekiranya memerlukan perhatian khusus dari anda.
  4. Tingkatkan rasa percaya diri anak anda : Anak-anak mengembangkan rasa percaya dirinya dimulai sejak mereka masih bayi. Mereka akan mengembangkannya sesuai dengan contoh-contoh perilaku yang anda berikan sebagai orang tua. Mengijinkannya untuk melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain akan membuatnya merasa mampu untuk mandiri. Dan sebaliknya, jika terlalu sering melarang anak untuk mengerjakan sesuatu dapat membuatnya merasa tidak mampu dan tingkat percaya dirinya akan berkurang. Biarkan mereka tahu bahwa setiap orang dapat membuat kesalahan dan kesalahan yang dia buat tidak akan menyebabkan anda tidak lagi mencintainya.
  5. Berikan waktu anda untuk anak : Ingatlah bahwa anak selalu ingin dapat berada dekat dengan orang tuanya. Sediakan sejumlah waktu anda untuk dapat beraktivitas dengan anak. Waktu yang akan anda berikan tersebut tidak perlu berlebihan tetapi harus berkualitas.
  6. Anda selalu mencintainya apapun yang terjadi : Orang tua bertanggung jawab dalam membimbing anak anda. Berusahalah agar selalu menunjukkan rasa sayang anda walaupun anda sedang menghukumnya. Pastikan dia tahu bahwa walaupun dia telah berbuat kesalahan, anda akan tetap selalu mencintainya.
  7. Beri aturan yang konsisten agar anak disiplin : Disiplin sangat diperlukan oleh kita termasuk anak kita agar anak anda dapat tumbuh dengan perilaku yang baik serta memiliki pengendalian diri. Tetapkan aturan-aturan di rumah yang dapat membantu anak memahami arti apa itu disiplin,
  8. Jadikan diri anda sebagai panutan yang baik : Anak kecil belajar bagaimana berperilaku dengan mengamati dan meniru perilaku anda. Semakin muda usia anak maka semakin mudah dia menirukan perilaku anda tanpa berpikir panjang. Kuncinya adalah perlakukan anak anda sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain.
  9. Jadilah menjadi orang tua yang fleksibel : Apabila anda sering kali dikecewakan oleh perilaku anak mungkin karena anda berharap terlalu tinggi dari anak anda. Seiring dengan semakin dewasanya anak anda maka anda juga harus mengubah sikap anda terhadapnya.
  10. Yang paling utama pastinya Penanaman Akidah kepada anak, mengenai siapa saya, siapa pencipta saya, untuk apa diciptakan, apa pedoman saya, siapa panutan saya, mau di bawa kemana hidup saya … serentetan pertanyaan lain tentang pengetahuan akan adanya alam dunia dan alam akherat ciptaan Allah SWT

 

Mengatasi Anak Yang Berperilaku Kasar

Anak memang aneh, kadang sangat menyenangkan tetapi kadang bisa menjengkelkan. Anak akan menyenangkan jika perilakunya manis seperti yang diharapkan orangtuanya.Sebaliknya, anak akan menjengkelkan bila perilakunya tidak baik. Sebagai contoh, perilaku anak yang suka memukul, menendang bahkan meludahi orang bila sedang marah.

Perilaku tersebut memang sebara normative tidak baik tetapi untuk mengubah perilaku yang kita anggap tidak baik itu tidak cukup hanya dengan memarahi atau memberinya hukuman. Cara ini hanya dapat menghentikan kebiasaannya sesaat, namun tidak dapat menghilangkan kebiasaan anak. Cara yang paling efektif mengubah perilakunya adalah mencari penyebabnya.

Pertama, lakukan pengamatan apakah perilaku anak melakukan kekerasan hanya dengan orang – orang dirumah atau dengan orang – orang di sekitar lingkungan rumah. Apabila anak melakukan hal itu hanya dengan orang rumah,kemungkinan ada orang lain dirumah yang suka melakukan hal seperti itu pada si anak atau orang lain. Hal ini perlu diketahui sebab perilaku anak cenderung meniru perilaku orang lain. Itu kemungkinan karena anak memperoleh pembelajaran dirumah bahwa perilaku seperti itu jika dilakukan dirumah tidak apa –apa. Sehingga kesimpulan sementara , respon anggota keluarga dirumah membuat anak berperilaku negative.

Perilaku tidak senang atau marah timbul bila keinginan anak tidak dipedulikan atau dipenuhi. Bila anak sudah ditegur, dinasehati bahkan dimarahi tetapi belum juga berhasil meredakan kebiasaan negative itu, bukan berarti akan selesai masalahnya bila anak dibiarkan atau dijauhi. Marah yang disertai dengan perilaku memukul, menendang, menjambak atau meludahi, bukan sesuatu yang baik, karena perilaku itu tentu saja tidak dapat diterima oleh orang lain maupun teman – temannya.

Supaya anak terhindar dari hukuman yang akan diterima dari lingkungan sosialnya, arahkan perilaku anak dengan cara yang lebih baik. Bila mulai terlihat berlaku kasar, coba ungkapkan apa akibatnya. Misalnya, jika anak menendang karena keinginannya tidak dipenuhi, maka cegah tangannya sambil mengatakan “ adik, mama kesakitan lo kalau ditendang, adik nggak kasihan ya kalau mama sakit.” Hindari memukul, sebab anak mengasosiasikan bahwa tindakan memukul dapat dilakukan bila seseorang kesal, berikan pujian sebagai penghargaan bila anak tidak marah atau tidak memukul tatkala keinginannya tidak dipenuhi. Hindari penggunaan kata “ tidak” atau “ jangan” karena anak akan cenderung terpancing untuk melakukan hal yang sama, bahkan anak akan mencari cara lain yang dirasa efektif untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.Untuk itu sebagai orang tua kita hendaknya lebih arif dan bijaksana dalam menyelesaikan suatu masalah.

Jahatnya Lemak Perut Bagi Seksualitas Pria

Impotensi atau disfungsi ereksi (DE) adalah salah satu jenis problem seksual yang dialami kebanyakan pria. Untuk mengatasi kondisi ini, dokter biasanya meresepkan obat seperti pil biru atau Viagra. Tetapi penggunaan obat-obatan hanyalah solusi jangka pendek dan perlu pengawasan tenaga medis.

Bagi mereka yang mengalami impotensi, kini ada alternatif murah tanpa harus meminum obat. Solusi tersebut adalah menurunkan berat badan dan mengikis lemak di bagian perut. Untuk mewujudkannya, rutinlah berolahraga secara teratur dan menjalani pola hidup yang lebih sehat. Penelitian terbaru para ahli menunjukkan, menurunkan bobot tubuh dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang bagi Kaum Adam yang ingin mengembalikan “kejantanan” mereka.

Seperti diungkap dalam studi terbaru yang dimuat “Journal of Sexual Medicine”, upaya menurunkan antara 5 sampai 10 persen berat badan dalam kurun waktu dua bulan ternyata mampu meningkatkan fungsi ereksi dan mengembalikan hasrat seksual pria obesitas yang mengidap diabetes.

Studi yang dilakukan di Australia ini memang berskala kecil karena hanya melibatkan 31 relawan. Tetapi kesimpulannya menjadi penting, apalagi penelitian lain menunjukkan bahwa bahwa obesitas dan disfungsi ereksi (DE) seringkali berjalan beriringan. Baca lebih lanjut