Archive for November, 2011


Sebuah laporan terbaru yang ditulis dalam British Medical Journal menjelaskan bahwa tidak ada bukti kalau minum banyak air dapat mencegah beberapa masalah kesehatan dan ancaman dehidrasi.

Bahkan sejumlah ahli kesehatan di Inggris berani mengklaim, anjuran minum delapan gelas air sehari sebagai pepatah yang keliru dan malah justru bisa membahayakan.

Menanggapi laporan itu, spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran Jakarta dr. Candra Wibowo, SpPD, menyatakan bahwa klaim tentang kebutuhan air memang bisa menjadi sangat relatif. Namun, menurut dia, anjuran minum air delapan gelas sehari (sekitar 1500-2000 cc) sudah tepat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya di wilayah tropis seperti Indonesia.

“Kalau dikatakan mitos tidak juga. Anjuran minum delapan gelas sehari masih bisa diterima secara keilmiahan,” ujarnya, saat ditemui di ruang praktiknya, Senin (18/7/2011).

Candra melihat, yang harus digarisbawahi terkait hasil penelitian tersebut adalah  penelitian itu dilakukan di Eropa, bukan di daerah tropis. Seperti diketahui, secara cuaca di negara Eropa jauh lebih dingin dibandingkan Indonesia sehingga wajar jika penelitian tersebut mengklaim anjuran minum delapan gelas air sehari sebagai suatu yang keliru.

“Daerah Eropa mungkin berbeda dengan daerah tropis. Intinya, minum air itu secukupnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Candra memaparkan, pada dasarnya ginjal dalam setiap tubuh manusia mempunyai otoregulasi (pengaturan  secara otomatis). Jadi, ketika kita haus, kekurangan air, badan akan memberikan feedback negatif ke otak sehingga mendorong kita untuk minum.

Begitu pula sebaliknya, kalau kita cukup cairan di dalam badan, kita tidak akan merasa haus. Bahkan, secara otomatis ginjal akan mengeluarkan kelebihan air dalam tubuh melalui urine.

Secara tidak disadari, setiap saat manusia akan kehilangan cairan karena evaporasi (penguapan).  Evaporasi, kata Candra, bisa terjadi ketika orang bernapas, bicara, berkeringat, berkemih (kencing), dan buang air besar sehingga dibutuhkan cairan yang masuk tubuh untuk menggantikannya.

Dia menambahkan, adalah sesuatu yang sangat sederhana untuk mengukur dan mengetahui apakah seseorang sudah cukup atau tidak mengonsumsi air per harinya.

“Parameternya, kita lihat saja air seninya. Kalau warnanya sudah seperti teh (kuning keruh) kita kurang cairan. Tapi kalau sudah kuning bening, sudah cukup. Enggak perlu minum terlalu banyak,” ujarnya.

Kebutuhan cairan setiap orang umumnya berbeda-beda. Menurut Candra, berdasarkan usia, seorang anak membutuhkan lebih banyak cairan dibandingkan orang dewasa dan orangtua. Pada anak-anak kebutuhan air 20-25 cc per kg berat badan per hari, dewasa 15 cc per kg berat badan per hari, sedangkan orang tua 10 cc per kg berat badan per hari.

Candra juga memperingatkan supaya tidak mengonsumsi air minum dalam jumlah yang berlebih. Pasalnya, minum air yang berlebihan bukan membuat ginjal Anda sehat, justru malah akan membuat kerja ginjal menjadi berat.

Dalam beberapa penelitian, Candra mengemukakan, kalau kita minum lebih dari 2.810 cc air per hari, dalam konsumsi yang terus-menerus pada akhirnya akan merusak dan menurunkan fungsi ginjal. Baca lebih lanjut

Iklan

Ada banyak hal berbeda yang menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala seperti perubahan tiba-tiba dalam diet ( makan), terlalu banyak tidur, stres, jam kerja yang lama, lupa makan, mabuk, menonton TV di kamar gelap atau menggunakan komputer untuk waktu yang lama tanpa istirahat. Tetapi, banyak orang tidak menyadari bahwa sakit kepala sebenarnya adalah gejala dari dehidrasi.

Selain oksigen, air merupakan elemen terpenting yang diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia. Kita dapat bertahan hidup tanpa makan selama hampir dua bulan, tetapi tanpa air mungkin hanya beberapa hari saja. Kebanyakan orang tidak tahu berapa banyak kebutuhan air yang harus mereka dapatkan. Bahkan, banyak diantaranya yang hidup dalam keadaan dehidrasi.

Air adalah kunci kehidupan, baik di bumi dan bagi tubuh manusia. Sama seperti bumi, dimana 70 persennya merupakan air dan 30 persen tanah, tubuh manusia adalah versi miniatur dari itu.

Dehidrasi merupakan kondisi hilangnya air dan elektrolit seperti sodium, klorida dan kalium, yang diperlukan bagi tubuh untuk menjalankan fungsinya dan baik untuk kesehatan. Penyebab utama dehidrasi umunya karena seseorang tidak minum cukup air.

Sakit kepala tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Sakit kepala adalah tanda yang memberitahu kita bahwa ada sesuatu yang salah, namun tubuh kita tidak selalu memberikan sinyal yang jelas dan memberitahu apa yang kita harus dilakukan. Ketika tubuh sedang dehidrasi, kita tidak selalu merasa haus, tapi paling sering adalah sakit kepala.

Kebanyakan orang dewasa memerlukan antara sekitar 2 liter air atau lebih setiap hari tergantung dari aktivitas, berat dan tinggi badan, serta gaya hidup. Namun, rekomendasi selama ini menganjurkan, untuk memenuhi kebutuhan cairan, seseorang harus minum minimal delapan gelas sehari.

Jadi, jika Anda mengalami sakit kepala, cobalah minum air sampai rasa sakit di kepala Anda hilang. Karena ia akan bekerja bak ramuan ajaib.

Sumber : http://health.kompas.com