Archive for Mei, 2012


Jakarta, Setiap orang pasti mendambakan tubuh yang sehat serta kuat sehingga terbebas dari penyakit. Untuk mendapatkan tubuh sehat ini ada 4 hal yang harus diperhatikan. Apa saja itu?

Banyak orang yang menyesali hidupnya ketika kesehatannya memburuk seiring bertambahnya usia, agar tidak merasa menyesal nantinya ada langkah-langkah yang perlu dilakukan agar tubuh tetap sehat dan bisa menjaga kualitas hidup.

Berikut ini hal-hal yang sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang sehat, yaitu:

1. Pola makan sehat
Untuk tetap sehat, tubuh membutuhkan nutrisi pas yang menyediakan cukup kalori, vitamin, mineral dan serat agar seseorang dalam keadaan prima. Nutrisi yang pas ini harus sehat dan seimbang termasuk biji-bijian, buah dan sayuran.

Selanjutnya diperlukan pola makan yang bervariasi dalam arti mengandung berbagai macam makanan dengan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

2. Olahraga
Olahraga bisa menyelamatkan hidup seseorang serta meningkatkan kualitas hidup seseorang pada usianya. banyak orang berpikir olahraga harus berat, menyakitkan dan kuat, namun hal itu tidak benar sama skali.

Menurut Harvard Medical School’s Harvard Health Publication kunci untuk olahraga yang sehat adalah menggunakan kelompok otot besar dengan cara yang normal tapi berulang. Aktivitas fisik serta diet sehat memberikan manfaat kesehatan yang sangat besar.

3. Ketenangan pikiran
Perasaan cemas, stres, fobia, rasa takut dan khawatir bisa mempengaruhi kesehatan, karena bisa menguras energu dan mengganggu aktivitas. Diperlukan asupan vitamin B kompleks terutama asam pantotenat yang memainkan peran penting dalam memproduksi hormon anti stres. Baca lebih lanjut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta, Kebanyakan kasus stroke adalah iskemik, artinya disebabkan oleh penggumpalan darah. Setelah terserang stroke, berbagai faktor seperti gula darah, suhu tubuh dan posisi tubuh di tempat tidur dapat mempengaruhi kondisi kesehatan.

Stroke merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak tiba-tiba terganggu. Kurangnya aliran darah menyebabkan kerusakan atau kematian sel-sel otak.

Periode setelah stroke iskemik akut adalah waktu yang sangat berisiko. Perhatian mengenai perawatan pasien stroke dapat mencegah cedera saraf dan meminimalkan komplikasi serta mengoptimalkan pemulihan.

Perawatan stroke memiliki 2 tujuan utama, yaitu meminimalkan cedera pada jaringan otak dan mengobati komplikasi yang dapat terjadi setelah stroke, baik kerusakan saraf maupun fisik.

Setelah menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi pasien stroke, para peneliti menyarankan berbagai hal seperti berikut:

1. Mengontrol kadar gula darah

Ada cukup bukti mengenai hubungan antara hiperglikemia atau kadar gula darah yang tinggi dengan kondisi kesehatan yang buruk setelah stroke. Para peneliti menyarankan untuk mengecek gula darah secara ketat dan melakukan pengobatan insulin secara agresif.

2. Melakukan pendinginan

Untuk setiap kenaikan suhu tubuh sebesar 1 derajat Celcius, risiko kematian atau cacat berat pada pasien meningkat lebih dari 2 kali lipat. Terapi pendinginan mampu membantu pasien serangan jantung. Saat ini, uji klinis sedang dilakukan untuk menentukan apakah pendinginan juga bisa membantu pasien stroke. Baca lebih lanjut

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta, Menjelang usia paruh baya, salah satu perubahan fisik yang paling menonjol adalah bertambahnya jumlah lemak yang tertimbun di dalam tubuh. Maka, tak heran jika banyak dijumpai orang-orang paruh baya yang mulai menonjol perutnya.

Pemicu perut buncit bukan hanya disebabkan oleh banyak mengkonsumsi lemak. Nyatanya, menghindari lemak saja tak cukup aman untuk menyelamatkan diri dari perut yang makin membuncit.

Pada tahun 1980 an, survei di Amerika menunjukkan bahwa sebanyak 30% orang mengalami kegemukan. Maka mulai maraklah produk-produk diet. Tapi nyatanya, jumlah penduduk Amerika yang mengalami kegemukan bertambah mejadi 60% pada tahun 2010. Kenaikan itu disebabkan karena banyak mengkonsumsi makanan kaya gula, tepung, roti dan kue.

Untuk menghindari perut buncit ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Kurangi karbohidrat sederhana
Sebaiknya mulai beralih dari mengkonsumsi karbohidrat sederhana ke karbohidrat kompleks yang banyak mengandung serat.

Misalnya menganti beras putih dengan beras merah, mengganti mie instan dengan spaghetti, mengganti bubur dengan oatmeal dan mengganti roti dengan ubi.

2. Jangan menyepelekan buah
Jadikan buah sebagai makanan utama dan sebaiknya dikonsumsi sebanyak 3 kali sehari. Buah banyak mengandung nutrisi yang tak kalah dengan karbohidrat.

Namun jangan mengganti buah asli dengan mengkonsumsi jus buah dalam kemasan karena kandungan nutrisinya sudah sangat berbeda. Jus dalam kemasan juga banyak ditambahi gula.

3. Hindari gorengan
Pada dasarnya semua proses memasak makanan baik dilakukan, kecuali menggoreng. Sebab, makanan gorengan dapat memicu peradangan dan membuat lemak manjadi mudah diserap tubuh.

Jika ingin menggoreng, pastikan makanan hanya ditumis dengan nyala api yang sedang atau kecil. Untuk mengurangi lemak trans, ganti minyak goreng dengan minyak zaitun dan minyak canola. Baca lebih lanjut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Segala puji bagi Allah, yang awal tanpa yang awal sebelum-Nya, yang akhir tanpa yang akhir sesudah-Nya. Maha Suci Asma-Nya, Maha Tampak Anugrah-Nya.

Ya Allah. Sampaikan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Shalawat yang awalnya tidak terbatas, yang batasnya tidak berujung, dan akhirnya tidak terhingga.

Ya Allah. Anugerahkan kepadaku kelangsungan hidup anak hamba, panjangkan usianya, sehatkan badannya, akhlaknya, agamanya, sejahterakan jiwa dan raganya, alirkan rezekinya melalui tanganku, anugerahkan kepadanya kecerdasan akal dan kebeningan hati.

Bantulah hamba, mendidiknya, berbuat baik kepadanya dari sisi-Mu. Jadikan anak hamba, mendekati, menyayangi, mencintai hamba. Jadikan anak hamba, anak yang baik dan takwa, yang punya pandangan dan pendengaran yang taat kepada-Mu, yang mencintai dan setia kepada kekasih-Mu, Muhammad.

Berikan semua itu dengan petunjuk dan rahmat-Mu, Ya Allah

Berikan kepada kami apa yang terbaik di dunia dan akhirat.

Amin.

 

 

 

 

 

 

 

Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.

Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.

“Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah,” ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis “The Calm Parent: AM & PM”.

“Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri,” ujar Pincus. “Hanya berhati-hatilah dan bertanggung jawab, dengan siapa pun kita berbicara.”

Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka :

1.   “Aku tidak peduli.”
Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi.

Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.

SARAN: Beritahulah anak Anda bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika Anda dapat fokus pada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkar janji. Jangan lupa membahas.

2.   “Kamu kan sudah besar!”
Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur 3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi. Baca lebih lanjut