Category: Renungan


AYAH…

AYAH…

MAAF KAN AKU……….
Yang tak pernah mengerti hadir mu.
Ku rindukan hadir mu oh… AYAH.
Ku sungguh merindukanmu.
Sosok yang tegar bagaikan karang.
Sosok lembut yang bisa membuat ku tenang.
sekarang,,, hanya do’a yang bisa aku panjatkan untuk mu.
Alunan dzikir untuk mu aku alunkan di sela kerinduan ku.
Walau pun kau berada jauh di alam sana, tapi nama mu kan selalu ada di dalam ingatan ku.
Kenangan itu kan selalu membekas di jalan hidupku…

Pernahkah Anda merasa sang kekasih tak lagi secantik atau seganteng dulu, perilakunya tak lagi manis, dan segala sesuatu yang ia lakukan adalah salah dan membuat marah?

Ini adalah pertanda Anda merasa terjebak dalam sebuah hubungan. Lalu apa yang harus dilakukan?

1. Cari tahu penyebabnya
Jangan gegabah dan langsung mengartikan bahwa tak ada lagi perasaan cinta antara Anda dan dia. Bisa jadi, ini hanya perasaan sesaat karena banyak tekanan lain di luar hubungan yang membuat Anda stres. Pekerjaan, kesibukan dan masalah lain bisa menjadi penyebabnya.

2. Berbicara

Pasangan adalah orang pertama yang harus Anda ajak bicara. Bercerita kepada sahabat atau keluarga justru bisa menjadi bumerang. Keluarga dan sahabat belum tentu bisa bersikap netral menyikapi permasalahan Anda. Jangan sampai curhat Anda justru membuat keadaan makin buruk.

Bicaralah pada pasangan. Jika memang keadaan hubungan tak lagi menyenangkan, bisa jadi ia juga memiliki perasaan yang sama. Jangan biarkan emosi mengendalikan Anda saat berbincang dengan pasangan. Bahas semua masalah dengan kepala dingin dan perasaan yang tenang. Ingat, tujuan Anda adalah mencari jalan keluar, bukan mencari siapa yang salah.

3. Cari terapis
Jika komunikasi antara Anda dan pasangan tak juga menemukan titik temu, bisa jadi penyebabnya adalah Anda dan pasangan belum saling terbuka seutuhnya. Jadi bantuan terapis dibutuhkan di sini. Para terapis bisa menguraikan “benang kusut” yang ada di hubungan Anda. Baca lebih lanjut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Segala puji bagi Allah, yang awal tanpa yang awal sebelum-Nya, yang akhir tanpa yang akhir sesudah-Nya. Maha Suci Asma-Nya, Maha Tampak Anugrah-Nya.

Ya Allah. Sampaikan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Shalawat yang awalnya tidak terbatas, yang batasnya tidak berujung, dan akhirnya tidak terhingga.

Ya Allah. Anugerahkan kepadaku kelangsungan hidup anak hamba, panjangkan usianya, sehatkan badannya, akhlaknya, agamanya, sejahterakan jiwa dan raganya, alirkan rezekinya melalui tanganku, anugerahkan kepadanya kecerdasan akal dan kebeningan hati.

Bantulah hamba, mendidiknya, berbuat baik kepadanya dari sisi-Mu. Jadikan anak hamba, mendekati, menyayangi, mencintai hamba. Jadikan anak hamba, anak yang baik dan takwa, yang punya pandangan dan pendengaran yang taat kepada-Mu, yang mencintai dan setia kepada kekasih-Mu, Muhammad.

Berikan semua itu dengan petunjuk dan rahmat-Mu, Ya Allah

Berikan kepada kami apa yang terbaik di dunia dan akhirat.

Amin.

 

 

 

 

 

 

 

Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.

Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.

“Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah,” ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis “The Calm Parent: AM & PM”.

“Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri,” ujar Pincus. “Hanya berhati-hatilah dan bertanggung jawab, dengan siapa pun kita berbicara.”

Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka :

1.   “Aku tidak peduli.”
Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi.

Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.

SARAN: Beritahulah anak Anda bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika Anda dapat fokus pada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkar janji. Jangan lupa membahas.

2.   “Kamu kan sudah besar!”
Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur 3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi. Baca lebih lanjut

Hikmah Sholat Dhuha

Sholat Dhuha hukumnya sunah muakkad. Oleh karenanya, siapa saja yg ingin memperoleh pahala dan keutamaannya silahkan mengerjakan dan tidaklah berdosa apabila meninggalkannya. Namun Rasulullah saw senantiasa mengerjakan sholat Dhuha.

Rasulullah adalah teladan utama dalam segala hal. Beliau tidak akan mewasiatkan atau memerintahkan sesuatu sebelum mengerjakannya. Demikian pula dengan sholat Dhuha.

Menunaikan sholat Dhuha selain sebagai wujud kepatuhan kepada ALLAH dan Rasul-NYA, juga sebagai perwujudan syukur dan takwa kepada kepada ALLAH karena ALLAH Maha Hikmah. Apapun amal ibadah yang disyariatkan akan mengandung banyak keutamaan dan hikmah. Dan di antara keutamaan dan hikmah dari sholat Dhuha adalah sebagai berikut :

1. Sholat Dhuha adalah Sedekah

Rasulullah bersabda, “Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat.”
(HR. Muslim dari Abu Dzar)

“Dalam diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh ruas tulang, hendaklah ia mengeluarkan satu sedekah untuk setiap ruas itu.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang mampu mengerjakan hal tersebut wahai Nabi ALLAH?” Nabi berkata, “Dahak di masjid yang engkau pendam, suatu aral yang engkau singkirkan dari jalan. Jika kamu tidak mendapatkan sesuatu yang sepadan, cukuplah bagimu sholat Dhuha dua rakaat.”
(HR. Abu Daud dan Ahmad dari Abu Buraidah)

2. Sholat Dhuha sebagai Investasi Amal Cadangan

Sholat adalah amal yang pertama kali diperhitungkan pada hari Kiamat. Sholat juga merupakan kunci semua amal kebaikan. Sholat sunah -termasuk- sholat Dhuha merupakan investasi atau amal cadangan yg dapat menyempurnakan sholat fardhu (wajib). Baca lebih lanjut

Kebosanan…*

Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan. Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu: “Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”
Pak Tua: “Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”
Tamu: “Kenapa kita merasa bosan?”
Pak Tua: “Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”
Tamu: “Bagaimana menghilangkan kebosanan?”
Pak Tua: “Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”
Tamu: “Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”
Pak Tua: “Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”
Tamu: “Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”
Pak Tua: “Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”
Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”
Pak Tua: “Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”

*Lalu Tamu itu pun pergi.*

*Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.*

Tamu: “Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”
Pak Tua: “Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”
Tamu: “Contohnya?”
Pak Tua: “Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”

*Lalu Tamu itu pun pergi.*

*Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.*

Tamu: “Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?” Sambil tersenyum Pak Tua berkata:

“Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria.Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”


*) Dikompilasi dari milis

Alhamdulillah setelah berselancar kesana – sini, akhirnya ketemu juga alunan merdu murotal anak juz amma (30) yang dibawakan oleh qari terkenal Ahmad Saud. Semoga bermanfaat

Ahmed Saoud – 085 – Al-Buruj.mp3

Ahmed Saoud – 086 – At-Tariq.mp3

Ahmed Saoud – 087 – Al-A’la.mp3

Ahmed Saoud – 088 – Al-Ghashiyah.mp3

Ahmed Saoud – 089 – Al-Fajr.mp3

Ahmed Saoud – 090 – Al-Balad.mp3

Ahmed Saoud – 091 – Ash-Shams.mp3

Ahmed Saoud – 092 – Al-Lail.mp3

Ahmed Saoud – 093 – Ad-Duha.mp3

Ahmed Saoud – 094 – Ash-Sharh.mp3

Ahmed Saoud – 095 – At-Tin.mp3

Ahmed Saoud – 096 – Al-‘alaq.mp3

Ahmed Saoud – 097 – Al-Qadr.mp3

Ahmed Saoud – 098 – Al-Baiyinah.mp3

Ahmed Saoud – 099 – Az-Zalzalah.mp3

Ahmed Saoud – 100 – Al-‘adiyat.mp3

Ahmed Saoud – 101 – Al-Qari’ah.mp3

Ahmed Saoud – 102 – At-Takathur.mp3

Ahmed Saoud – 103 – Al-‘asr.mp3

Ahmed Saoud – 104 – Al-Humazah.mp3

Ahmed Saoud – 105 – Al-Fil.mp3

Ahmed Saoud – 106 – Quraish.mp3

Ahmed Saoud – 107 – Al-Ma’un.mp3

Ahmed Saoud – 108 – Al-Kauthar.mp3

Ahmed Saoud – 109 – Al-Kafirun.mp3

Ahmed Saoud – 110 – An-Nasr.mp3

Ahmed Saoud – 111 – Al-Masad.mp3

Ahmed Saoud – 112 – Al-Ikhlas.mp3

Ahmed Saoud – 113 – Al-Falaq.mp3

Ahmed Saoud – 114 – An-Nas.mp3

 

Sumber : http://www.ilmoe.com.

Bu…, andai waktu bisa diputar kembali, ingin rasanya kami menjadi anak yang hormat, patuh dan sayang kepadamu….

Kepada Tuhan, ampunkanlah segala kesalahan dan dosa orangtua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami.

Bila keridhaan-Mu ada pada keridhaan orantua kami, maka ridhailah orangtua kami agar mereka meridhai kami juga. Andai Engkau sayang kepada kami lantaran kami sayang kepada orangtua kami, jadikanlah kami anak – anak yang menyayangi mereka dalam suka dan dalam duka.

Bila kami sedikit membayang, bagaimana kami dalam asuhan orangtua, dekapan orangtua, terutama ibu, rasanya takkan pernah tertebus segala kebaikan mereka, dan rasanya tak wajar bila kami melihat celah keburukannya.

Sekedar ngantuk tak dihiraukannya, sekedar cape dan lelah tak juga diindahkannya, semua demi kami, anak – anakmu.

Wahai pemilik Surga dengan segala kenikmatan, anadai Engkau takdirkan surge menjadi tempat kami kelak di hari akhir, amak orangtua kamilah yang lebih layak memasukinya terlebih dahulu.Dan anaikan bukan surge tempat orangtua kami, maka biarlah kami yang menjadi penebus bagi orangtua kami.

Engkau Pemilik hari akhir, dan di hari akhir ada ampunan dan azab-Mu, sedang Engkau Maha Pengampun lagi penuh belas kasih.

Kutipan : KUN FAYAKUN_ Selalu Ada Harapan Dibalik Kesulitan

Apa yang akan terjadi jika anak dibesarkan dalam kondisi yang dipenuhi dengan kekerasan? Tentu, ia akan mengadopsi cara-cara yang sering ia lihat ke dalam kehidupannya kelak. Meski tak selalu, lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak selanjutnya, termasuk bagaimana orang tua mendidik mereka.

Anak yang dibesarkan dalam situasi keluarga yang nyaman tentu berbeda dengan anak yang selalu diberi hukuman fisik oleh orang tuanya. Sayangnya, tak sedikit orang tua yang tidak tahu bagaimana cara memberikan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan optimal anak. Akibatnya, anak pun tumbuh tidak sebagaimana yang diharapkan.

Nah, berikut ini adalah 10 hal yang harus dihindari dalam mendidik anak:

1. Terlalu lemah Misalnya, selalu memenuhi semua permintaan anak. Anak tidak diajar untuk mengenal hak dan kewajiban. Akibatnya, anak menjadi terlalu penuntut, impulsif (gampang melakukan tindakan tanpa perhitungan), egois, dan tidak memperhatikan kepentingan orang lain.

2. Terlalu menekan Misalnya, orang tua terlalu mengatur dan mengarahkan anak, tanpa memperhatikan hak anak untuk menentukan keinginannya sendiri, atau untuk mengembangkan minat dan kegiatan yang ia inginkan. Akibatnya, anak akan menjadi lamban, selalu bekerja sesuai perintah, tidak memiliki pendirian, dan suka melawan.

3. Perfeksionis Orang tua menuntut anak untuk menunjukkan kematangan sikap atau target tertentu yang umumnya melebihi kemampuan yang wajarnya dimiliki anak. Akibatnya, anak akan terobsesi untuk meraih prestasi yang diharapkan orang tuanya. Ia juga akan menjadi terlalu keras dan kritis terhadap dirinya sendiri.

4. Tidak memberi perhatian Orang tua hanya menyediakan sedikit waktu untuk memperhatikan setiap perkembangan anak, atau membantu anak menempuh tahap demi tahap perkembangannya. Akibatnya, anak tak mampu membina hubungan dengan lingkungannya dan akan tumbuh menjadi anak yang impulsif.

5. Terlalu cemas akan kesehatannya Orang tua terlalu berlebihan mencemaskan kondisi fisik anak. Padahal, secara obyektif, anak sehat. Sakit sedikit saja, orang tua cemasnya minta ampun. Akibatnya, anak akan mudah merasa tak sehat dan ikut merasakan kecemasan yang sama. Enggan bermain, takut jatuh, dan sebagainya. Baca lebih lanjut

IBU…..

Masih teringat dalam ingatan kami

Panggilanmu untuk kami anakmu

Senyummu ketika kami merasa bahagia

Terpancar pula kebahagiaan dimatamu

Kau besarkan kami dengan kesendirianmu

Tak pernah kau keluhkan deritamu

Kau tutup sedihmu dengan senyummu

Karna kau yakin Allah Maha Tahu

Setahun kau berjuang dengan sakitmi

Dengan kuat dan tegarmu kau hadapi semuanya

Tak henti bibirmu menyebut Asma Allah

Karna kau yakin Allah sayang padamu

Disaat sebentar lagi takbir berkumandang

Saat itulah kau pergi dengan senyummu

Senyum yang selalu kau tunjukan pada kami

Senyum terakhir yang dapa ku lihat darimu

Terasa henti jantung ini mendengar kepergianmu

Namun semua harus iklas melepasmu

Karena Allah lebih sayang padamu

Karna engkau adalah Hak- Nya

Selamat jalan ibu…..

Maafkan kami yang belum bisa membahagiakanmu

Semoga Allah SWT menerima amal ibadahmu

Kami akan selalu rindu padamu

Semoga engkau bahagia dalam tidur panjangmu

Amin.